Geoprima Solusi Kantongi Dana Rp28,46 Miliar Melalui Private Placement
Perusahaan perdagangan mesin dan perlengkapan, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), sukses mengumpulkan dana sebesar Rp28,46 miliar melalui Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Seluruh saham hasil private placement perseroan diserap oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru dalam jaringan bisnis Tjokro Group.
Jumlah Saham dan Nilai Transaksi
Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro, menjelaskan bahwa dalam private placement, diterbitkan sebanyak 66.674.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp427 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp28,46 miliar.
Pasca kehadiran PIMSF dan Tjokro Group, GPSO melakukan penyesuaian arah dan model bisnisnya dengan mengesahkan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk menyelaraskan langkah dengan PSP baru.
Perubahan KBLI dan Aksi Korporasi
Perubahan KBLI membawa GPSO untuk dapat mengakses pasar yang lebih luas dan memperkuat sinergi bisnis dengan Tjokro Group. Penambahan tiga lini KBLI baru juga dilakukan untuk mendukung rencana aksi korporasi, seperti pembelian aset milik PT JIC dengan estimasi nilai sekitar Rp78 miliar.
Meskipun demikian, lini bisnis lamanya tetap dipertahankan, termasuk perdagangan besar mesin, peralatan, perlengkapan, serta alat survei dan pemetaan tanah.
Private placement GPSO telah disetujui oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juni 2026. Distribusi saham baru ke PIMSF dilakukan pada 3 Juli 2026, diikuti dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli 2026, dan pengumuman hasil pada 8 Juli 2026.


