Dubes RI: Fokus Kerja Sama dengan Korea Selatan di Bidang Energi dan Teknologi
Hubungan antara Republik Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dengan fokus kerja sama di sektor energi, kecerdasan buatan (AI), teknologi terdepan, dan pengembangan sumber daya manusia. Menurut Duta Besar Cecep Herawan, kerja sama di sektor energi sangat penting mengingat ketegangan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi stok minyak dunia.
Korea Selatan: Kekuatan AI Nomor 3 di Dunia
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-Myung, memiliki program yang ambisius untuk menjadikan Korea Selatan sebagai kekuatan AI nomor 3 di dunia setelah Amerika Serikat dan China. Hal ini menuntut Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dalam pengembangan AI, baik dari segi tata kelola maupun sumber daya manusia.
Selain itu, Korea Selatan juga tengah mengembangkan teknologi nuklir canggih serta infrastruktur high performance computing di Indonesia bersama Badan Riset Nasional Indonesia (BRIN). Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Hubungan Indonesia-Korea Selatan
Indonesia dan Korea Selatan memiliki hubungan perdagangan yang kuat, dengan volume perdagangan diperkirakan mencapai 18 miliar dolar AS pada tahun 2025. Indonesia sendiri memiliki surplus perdagangan sebesar 25 persen dengan Korea Selatan.
Hubungan kedua negara telah meningkat menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership setelah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-Myung pada April 2026. Hal ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis.


