Meningkatnya Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo
Kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo terus bertambah, mencapai angka 515 dengan 91 kematian. Otoritas kesehatan negara tersebut mengeluarkan peringatan serius tentang penularan yang masih berlanjut dan risiko peningkatan kasus lebih lanjut jika langkah-langkah pengendalian tidak segera dilakukan.
Data Terbaru
Pembaruan terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat RD Kongo mengungkapkan bahwa ada peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi. Selain itu, tiga pasien tambahan dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang pulih menjadi 12 orang hingga tanggal 6 Juni.
Di samping itu, terdapat 117 kasus yang masih bersifat suspek, sedangkan 283 pasien sedang menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit. Data menunjukkan bahwa sejumlah besar pasien menunjukkan gejala antara 14 hingga 23 Mei, menandakan adanya peningkatan kontaminasi dari sumber yang kemungkinan sama, dengan puncak kasus terjadi pada 18 Mei.
Tantangan dalam Penanganan Wabah
Langkah-langkah pengendalian terus dihadang oleh berbagai faktor, seperti pelacakan kontak yang lemah, penolakan tes pascakematian oleh masyarakat terhadap jenazah, kapasitas yang tidak memadai di pusat perawatan Ebola, kelangkaan peralatan pencegahan dan pengendalian infeksi, serta keterbatasan dana.
Tingkat pelacakan kontak di tiga provinsi yang terdampak hanya mencapai 50,3 persen, jauh di bawah target yang diinginkan. Sementara itu, kapasitas laboratorium juga masih tertekan, dengan 193 hasil tes tertunda karena krisis reagen di Provinsi Kivu Utara.
Wabah Ebola saat ini disebabkan oleh galur Bundibugyo dari virus tersebut, dan secara resmi diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat RD Kongo pada 15 Mei lalu.
Sumber: ANTARA


