Hampir 400 tentara Amerika Serikat (AS) mengalami luka sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa (14/4). Tim Hawkins, Juru Bicara CENTCOM, mengungkapkan bahwa dari total 399 tentara yang terluka, tiga di antaranya mengalami luka serius. Sebanyak 354 personel militer yang terluka telah kembali bertugas. Sementara itu, terdapat 13 tentara AS yang gugur, dengan enam di antaranya tewas akibat tindakan musuh dan enam lainnya akibat serangan Iran di Kuwait. Satu tentara lainnya tewas setelah mengalami luka-luka di Arab Saudi. Situasi ini menjadi perhatian serius dalam dinamika konflik di Timur Tengah.


