Kementerian Kehutanan tengah melakukan upaya pengoptimalan kayu hanyutan banjir di Aceh Utara dan Sumatera Utara sebagai bagian dari strategi pemulihan lingkungan dan penyediaan hunian bagi warga. Hingga saat ini, telah diukur 938 batang kayu hanyutan dengan total volume mencapai 1.506,08 meter kubik. Kayu tersebut menjadi sumber bahan utama untuk mendukung pembangunan hunian sementara dengan cepat dan terkendali. Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, 69 personel Kementerian Kehutanan dikerahkan dengan dukungan 38 unit alat berat untuk membersihkan dan memilah kayu di permukiman warga guna digunakan dalam pembangunan hunian sementara. Pemanfaatan kayu ini telah mendukung pembangunan 13 unit hunian sementara, dengan 10 unit masih dalam proses dan 3 unit sudah dihuni warga Desa Geudumbak.
Di Sumatera Utara, penanganan kayu hanyutan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol telah memasuki tahap penatausahaan dan pemanfaatan. Hingga saat ini, kayu olahan dari wilayah Garoga mencapai 1.376 keping dengan total volume 19,5755 meter kubik, yang akan digunakan untuk pembangunan hunian sementara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Sebagian dari kayu tersebut telah diangkut ke lokasi hunian sementara. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemulihan dan bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam.


