Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjabat selama kurang lebih 10 bulan. Penangkapan ini terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan penyegelan dua akses pintu ruang kerja Bupati Bekasi. Profil dan jejak karier Ade Kuswara Kunang menjadi sorotan publik, terutama warga Bekasi, setelah penangkapan tersebut.
Ade Kuswara Kunang merupakan pria kelahiran Bekasi, Jawa Barat pada 15 Agustus 1993. Ia adalah anak dari Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, H.M Kunang. Sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ade memulai karier politiknya dengan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada pemilu 2019. Setelah menyelesaikan periode tersebut, ia kembali terpilih sebagai anggota DPRD untuk periode 2024–2029. Puncak karier politiknya adalah ketika ia berhasil terpilih sebagai Bupati Bekasi pada Pilkada 2024.
Dengan koalisi melibatkan PDI-P, PPP, PBB, dan Partai Buruh, Ade dan wakilnya Asep Surya Atmaja memenangkan pemilu tersebut. Mereka dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta. Ade juga memiliki pengalaman dalam berbagai organisasi sebelum terjun ke dunia politik, termasuk Badan Muslimin Indonesia dan Garda Pasundan.
Sebelumnya, KPK telah menangkap sepuluh orang termasuk Bupati Ade Kuswara Kunang dalam OTT di Kabupaten Bekasi. Penangkapan ini menjadi perhatian publik dan sejumlah berita terkait peristiwa tersebut telah dilaporkan. Ade Kuswara Kunang dikenal sebagai bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi dengan berbagai pencapaian dan jejak karier politik yang menarik perhatian.


