Tuesday, January 13, 2026
HomeBisnisKemenperin Kawal Implementasi SNI dan P3DN di Industri Keramik

Kemenperin Kawal Implementasi SNI dan P3DN di Industri Keramik

Kementerian Perindustrian terus mengawal implementasi kebijakan SNI wajib, subsidi gas industri melalui harga gas bumi tertentu (HGBT), sertifikasi produk halal, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) untuk menjaga industri keramik nasional. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, permintaan pasar domestik dan ekspor produk keramik dan kaca yang terus meningkat menunjukkan peluang besar untuk pengembangan industri tersebut. Kebijakan tersebut dianggap penting untuk menjaga iklim usaha dan investasi industri keramik, tableware, dan glassware. Penerapan SNI wajib pada produk keramik dianggap langkah penting untuk melindungi industri nasional dari produk impor yang tidak memenuhi standar mutu. Selain itu, kebijakan HGBT sebesar 7 dolar AS per MMBTU telah membantu menurunkan biaya produksi dan mendorong investasi baru di sektor keramik dan kaca.

Kewajiban sertifikasi produk halal yang akan diberlakukan pada Oktober 2026 dianggap sebagai momentum strategis bagi industri keramik, tableware, dan glassware nasional untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, nilai tambah produk, serta daya saing di pasar domestik. Program P3DN juga memberikan manfaat serapan pasar domestik melalui belanja pemerintah dan BUMN. Kementerian Perindustrian juga menginisiasi reformasi kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk memberikan insentif kepada perusahaan yang berinvestasi di dalam negeri, menjalankan penelitian dan pengembangan nasional, serta ikut dalam program strategis. Regulasi baru ini juga mencakup penyederhanaan perhitungan TKDN, perpanjangan masa berlaku sertifikat, pemberian kemudahan bagi industri kecil, serta percepatan proses sertifikasi.

Pencantuman tanda TKDN pada produk diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami nilai kandungan lokal tanpa harus melihat sertifikat langsung, serta mendorong preferensi terhadap produk dalam negeri. Pada tahun 2024, industri keramik dan tableware dalam negeri memiliki kapasitas terpasang sekitar 250 ribu ton dengan utilisasi sekitar 52% dan pangsa pasar domestik sebesar 78%, sementara ekspor mencapai sekitar 13 ribu ton. Industri glassware dan kemasan kaca pada tahun yang sama memiliki kapasitas produksi sekitar 740 ribu ton per tahun dengan utilisasi 51% dan pangsa pasar domestik 65%. Ekspor produk glassware mencapai sekitar 128 ribu ton atau 22% dari total produksi. Amerika Serikat, China, dan Inggris merupakan tiga negara tujuan ekspor utama.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer