Transportasi umum memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di negara-negara seperti Indonesia. Pentingnya layanan transportasi umum yang aman, efisien, dan ramah lingkungan semakin terlihat di kota-kota besar dengan peningkatan jumlah penduduk dan kepadatan lalu lintas yang terus meningkat. Salah satu moda transportasi umum yang menjadi andalan di wilayah Jabodetabek adalah Commuter Line, yakni layanan kereta rel listrik (KRL) komuter yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Dengan rute yang luas dan tarif terjangkau, KRL menjadi pilihan utama bagi jutaan orang yang melakukan mobilitas setiap harinya.
Menurut data dari situs resmi KAI Commuter, jumlah pengguna KRL Jabodetabek pada triwulan III 2025 mencapai 89.088.257 orang, mengalami peningkatan sebesar 4,7 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak di triwulan tersebut, diikuti oleh Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Bekasi. Peran KRL dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat juga tercermin dari penggunaan tiga rangkaian KRL generasi pertama, yaitu seri Tokyu 8500, TM 7000, dan JR East 203, yang telah menemani perjalanan masyarakat selama bertahun-tahun.
Namun, setelah hampir dua dekade beroperasi, PT KCI memutuskan untuk menghentikan operasional ketiga rangkaian KRL tersebut karena usia dan kelangkaan suku cadang yang semakin sulit. Sebagai bentuk penghormatan, komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) bersama KAI Commuter menggelar pameran “Arigato KRL!” di Stasiun Jakarta Kota, untuk memperkenalkan sejarah dan memori ketiga rangkaian KRL tersebut kepada masyarakat. Berbagai informasi, foto, miniatur kereta, serta seragam petugas KRL dipamerkan untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai evolusi layanan KRL dari masa ke masa.
Pameran yang mengusung tema bernuansa Jepang ini sukses menarik perhatian masyarakat dengan dekorasi yang menarik dan berkonsep baik. Para pengunjung dari berbagai kalangan datang untuk mengenang masa lalu, mengungkapkan pengalaman pribadi, serta menyampaikan harapan untuk peningkatan layanan KRL di masa depan. Diharapkan KAI dapat mengimpor lebih banyak rangkaian kereta, menjaga kualitas armada lama, dan meningkatkan fasilitas kenyamanan bagi penumpang. Dengan demikian, layanan transportasi umum di Indonesia terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi mobilitas masyarakat.








