Pada ajang balap National Sport 2500cc Mandalika Racing Series (MRS), pembalap asal Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Arai Agaska berhasil meraih juara umum meskipun finis di posisi keempat pada race dua yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika pada hari Minggu. Sementara pesaing terdekatnya, Murobbil Vitoni, yang juga berasal dari NTB, sedang menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan pada race pertama. Selisih poin antara Arai Agaska dan runner-upnya awalnya hanya 11 poin, namun gelar juara kemudian ditentukan dalam superpole race dan race 2 di Minggu.
Aldiaz, pembalap NTB lainnya, berhasil mempertahankan podium pertama setelah menjadi yang tercepat pada race dua. Podium kedua diraih oleh Irfan Aldiansyah dan podium ketiga oleh pembalap tim Honda bernama Andi Farid. Aldiaz Aqsa Ismaya dari tim Yamaha Yamalube BAF Akai Jaya MBKW2 Racing Team tampil luar biasa pada race pertama dengan start dari pole position. Ia berhasil meraih kemenangan setelah menjalani duel sengit dengan pembalap lainnya.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menjelaskan bahwa Pertamina Mandalika Racing Series bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan bagi pembalap muda Indonesia. Keberhasilan pembalap-pembalap muda Indonesia dalam ajang ini adalah hasil dari kerja keras bersama promotor, tim, dan pembalap yang terus berlatih dan disiplin.
Selain itu, Priandhi Satria juga menegaskan bahwa langkah strategis yang dilakukan MGPA sejalan dengan arahan dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai bagian dari InJourney Holding, demi mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Upaya MGPA bukan hanya untuk menyelenggarakan ajang balap, tetapi juga sebagai bagian dari misi besar ITDC dan InJourney Holding dalam mengembangkan kawasan pariwisata yang berdaya saing tinggi dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Dengan demikian, ajang balap seperti Mandalika Racing Series tidak hanya menjadi wadah untuk memperlihatkan keterampilan pembalap, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Juara seperti Arai Agaska dan Aldiaz tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pembalap muda Indonesia lainnya untuk terus berprestasi dan berdisiplin dalam balapan.


