Wednesday, July 22, 2026
HomeBeritaIndonesia Puncaki Peringkat KB Pasca Persalinan di Asia-Pasifik

Indonesia Puncaki Peringkat KB Pasca Persalinan di Asia-Pasifik

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN telah berhasil mencapai peringkat tertinggi KB pascapersalinan di tingkat Asia-Pasifik. Hal ini diumumkan oleh Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, dalam forum Asia Pasifik Keluarga Berencana (KB) 2030 di Nusa Dua, Bali. Kegiatan tersebut berlangsung hingga 10 Oktober 2025. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan layanan KB ke sistem kesehatan ibu dan anak serta peran kepemimpinan Indonesia di tingkat regional dalam bidang Keluarga Berencana.

Meskipun Asia dan Pasifik masih menghadapi tantangan dalam bidang keluarga berencana dan kependudukan, Budi menyatakan bahwa kawasan ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Salah satu pencapaian penting adalah kesadaran bahwa keluarga berencana bukan hanya isu kesehatan reproduksi, tetapi juga isu fundamental yang terkait dengan tata kelola demografi, hak asasi manusia, kesehatan, kesetaraan gender, dan pembangunan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia semakin menegaskan komitmennya untuk membangun bangsa yang sejahtera, berkeadilan, dan tangguh di tingkat internasional.

Budi juga menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan dalam pengelolaan kependudukan selama lima dekade terakhir. Melalui program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Indonesia berhasil menurunkan angka kelahiran total dari 5,6 pada 1970 menjadi 2,11 pada 2024. Program ini bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan penduduk yang seimbang sehingga membuka peluang bagi kemajuan sosial dan ekonomi.

Melalui program KB, Indonesia berusaha meningkatkan sumber daya manusia dengan mendorong jarak kelahiran yang sehat dan akses yang luas terhadap kontrasepsi modern. Tujuannya adalah agar keluarga Indonesia dapat merencanakan hidup mereka dengan baik. Program ini juga bertujuan untuk merawat anak-anak secara optimal, mengurangi angka kematian ibu dan bayi, mencegah stunting, dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Semua pencapaian ini berkontribusi pada keluarga yang lebih kuat dan bangsa yang lebih produktif.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer