Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso terus berkoordinasi dengan berbagai asosiasi pengusaha ritel untuk memastikan pasokan ritel tetap berjalan lancar di daerah-daerah yang sedang mengalami demonstrasi. Dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Budi Santoso menyatakan bahwa para pengusaha siap untuk mendistribusikan barang dan hingga saat ini belum ada keluhan terkait pasokan. Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau memborong berbagai produk akibat demonstrasi, karena stok masih aman.
Di sisi lain, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) turut mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keamanan di pusat perbelanjaan selama aksi demonstrasi berlangsung. Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menegaskan pentingnya menahan diri, memprioritaskan keselamatan, dan menjaga ketertiban bersama. HIPPINDO juga meminta pemerintah untuk memberikan penjagaan ekstra di pusat aktivitas publik serta mendengarkan aspirasi masyarakat melalui dialog yang membangun.
Dalam rentang waktu dari awal hingga akhir bulan Agustus, terjadi serangkaian aksi demonstrasi dengan berbagai tuntutan, mulai dari penolakan kenaikan gaji dan tunjangan DPR hingga tuntutan terkait hak buruh dan penghapusan outsourcing. Aksi protes terjadi akibat insiden tragis kematian seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang ditabrak oleh kendaraan taktis Brimob. Demonstrasi ini mencerminkan keprihatinan masyarakat terhadap berbagai isu yang sedang berkembang.
Penting bagi semua pihak untuk berkomunikasi dan bekerjasama dalam menjaga ketertiban sosial serta memahami tuntutan dan kebutuhan masyarakat di tengah situasi yang memanas. Upaya pemerintah, koordinasi antara pengusaha ritel, dan dukungan dari asosiasi seperti HIPPINDO adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di Indonesia.
Copyright © ANTARA 2025


