Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan serangkaian langkah untuk mengatasi masalah busa di Pintu Air Wier 3, Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Utara. Salah satunya adalah dengan memasang jaring untuk melokalisasi penyebaran busa. Selain itu, perahu karet bermotor juga akan disiagakan di sekitar jaring untuk mendukung mobilitas petugas lapangan.
Pemprov DKI Jakarta juga menggunakan semprotan selang yang mencampurkan air dengan cairan mikroorganisme pengurai surfaktan, seperti EM4, guna mempercepat pemecahan busa. Kegiatan simulasi ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor untuk memastikan respon cepat dan efektif jika busa kembali muncul.
Simulasi ini merupakan langkah konkret dalam upaya penanggulangan pencemaran jangka pendek sebagai bagian dari program pemulihan kualitas air sungai dalam jangka panjang. Pemerintah juga menekankan pentingnya pencegahan jangka panjang, seperti penertiban pelaku usaha yang diwajibkan memiliki Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL). Pelanggaran terhadap pengelolaan lingkungan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan yang berlaku.
Dalam penanganan masalah busa ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga fokus pada penguatan pengelolaan lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Semua langkah ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas air sungai dan lingkungan secara keseluruhan.


