Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung sedang mengidentifikasi daerah penghasil komoditas unggul untuk mendukung program hilirisasi produk pertanian. Ekonom Senior BI Perwakilan Lampung, Fiskara Indawan, menjelaskan bahwa kerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten akan membantu meningkatkan ekonomi daerah. Lampung dikenal memiliki kekuatan utama di sektor perikanan, kelautan, kehutanan, dan pertanian.
Identifikasi daerah penghasil komoditas utama dilakukan untuk rekomendasi yang akan memasukkan komoditas daerah ke dalam rantai pasok komoditas utama. Tujuan dari hilirisasi ini adalah agar komoditas Lampung dapat masuk ke pasar ekspor, bukan hanya pasar nasional. Pemetaan ini melibatkan UMKM dan kelompok tani sebagai produsen.
Dengan adanya pemetaan dan identifikasi ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Lampung tetap terjaga hingga semester II 2025. Lampung memiliki kekuatan ekonomi dari sektor pertanian dan industri pengolahan. Sektor industri pengolahan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di Lampung dengan pertumbuhan sebesar 33,65 persen.
Pemerintah Provinsi Lampung juga berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas daerah melalui kegiatan hilirisasi, termasuk penyediaan mesin pengering komoditas dan pelatihan vokasi bagi masyarakat desa. Semua upaya ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi Lampung melalui diversifikasi komoditas dan ekspansi pasar.


