Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat bahwa kerja sama antara perusahaan pembiayaan multifinance dengan ekosistem ride-hailing dan e-commerce merupakan peluang baru dalam mengakselerasi pertumbuhan sektor pembiayaan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, optimis bahwa piutang pembiayaan multifinance akan tetap mengalami pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2025, meskipun penjualan kendaraan bermotor mengalami perlambatan. Menurut Agusman, digitalisasi proses pembiayaan, kerja sama dengan ekosistem e-commerce dan ride-hailing, serta pembiayaan kendaraan listrik merupakan beberapa potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan sektor pembiayaan.
OJK juga mengakui bahwa industri multifinance tengah menghadapi tantangan, termasuk risiko kredit yang signifikan terkait dengan kemampuan pembayaran masyarakat. Selain itu, persaingan di antara pelaku industri semakin ketat, sementara biaya dana menjadi semakin tinggi. Agusman menyatakan bahwa penyesuaian strategi bisnis dan efisiensi operasional sangat diperlukan agar potensi pertumbuhan piutang multifinance tetap bisa terjaga. Diversifikasi portofolio pembiayaan, memperkuat manajemen risiko, dan transformasi digital adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkualitas dalam industri multifinance.
Dirilis data OJK menunjukkan bahwa piutang perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 1,96 persen secara tahunan pada Juni 2025 menjadi Rp501,83 triliun, dengan pembiayaan investasi yang tumbuh 8,16 persen year-on-year. Sementara itu, profil risiko perusahaan pembiayaan juga dapat dijaga dengan rasio non performing financing gross (NPF gross) sebesar 2,55 persen, dan NPF net sebesar 0,88 persen. OJK terus memberikan dukungan untuk industri multifinance agar mampu melakukan manajemen risiko yang baik, meningkatkan transformasi digital, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan perkembangan ini, kerja sama antara multifinance dengan ride-hailing dan e-commerce diharapkan dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan pertumbuhan sektor pembiayaan.


