Bank Indonesia (BI) Papua terus berupaya untuk mengajak warga negara Papua Nugini (PNG) menukar uang kina ke dalam rupiah sebelum mereka berbelanja di Pasar Skouw. Faturachman, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua, mengungkapkan bahwa penukaran uang kina ke rupiah di Pasar Skouw selama semester pertama tahun 2025 mencapai Rp9,6 miliar, yang lebih tinggi dibandingkan dengan penukaran sebaliknya. Data ini didapat dari para pelaku usaha yang membuka lapak di pasar tersebut dan menukarkan uang kina mereka ke rupiah. Saat ini, terdapat empat pengusaha yang menyediakan layanan penukaran uang di Pasar Skouw.
Meskipun masih terjadi transaksi dengan menggunakan uang kina, BI Papua telah melaporkan hal ini ke pusat serta berharap masalah ini dapat dibahas dalam pertemuan antar pejabat kedua negara. BI Papua terus melakukan sosialisasi dan mengimbau para pedagang di Pasar Skouw untuk menggunakan rupiah dalam transaksi jual beli. Selain itu, spanduk dengan bahasa Inggris-Fiji juga dipasang untuk memudahkan warga PNG saat bertransaksi dengan menggunakan rupiah. Harapan BI Papua adalah agar warga PNG bersedia menukar uang kina ke rupiah sebelum berbelanja di pasar.
Pasar Skouw, yang terletak di perbatasan RI-PNG, menjadi tempat di mana warga PNG berbelanja untuk berbagai kebutuhan sehari-hari setiap hari Selasa. Upaya BI Papua dalam mengedukasi dan mempermudah penggunaan rupiah di pasar ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat kehadiran mata uang tersebut di wilayah tersebut. Kabar baiknya adalah transaksi kopi Papua dan kakao organik dari Papua juga terus meningkat, menunjukkan potensi pasar yang besar di daerah tersebut. lang=”IN-ID” serta sebagai bahasa harian untuk memudahkan warga PNG dalam menggunakan mata uang rupiah saat bertransaksi.
Secara keseluruhan, upaya BI Papua dalam mengedukasi warga PNG tentang manfaat penggunaan rupiah dalam berbelanja di Pasar Skouw merupakan langkah yang penting untuk memperkuat pasar dan kehadiran rupiah di wilayah perbatasan. Semoga dengan sosialisasi yang terus dilakukan, penggunaan rupiah dapat semakin meningkat dan menjadi pilihan utama dalam bertransaksi di pasar tersebut.


