Musisi asal Australia, David Bridie, memutuskan untuk menghapus karyanya dari platform musik Spotify. Keputusan tersebut diambil karena Bridie tidak ingin menyumbangkan kekayaannya kepada seseorang yang terlibat dalam investasi teknologi yang dapat membahayakan manusia. Bridie menyatakan bahwa Spotify tidak membayar gajinya langsung, tetapi justru memberikan saham kepada CEO-nya, Daniel Ek, yang dilaporkan memiliki kekayaan sebesar 345 juta dolar Amerika. Ek juga baru-baru ini berinvestasi dalam perusahaan pertahanan Jerman yang memproduksi sistem senjata otonom berbasis kecerdasan buatan.
Meskipun Spotify memberikan kemudahan bagi musisi independen untuk memperluas jangkauan musik mereka, pembayaran yang diterima tidak selalu sebanding dengan upaya yang dilakukan. Bridie merasa terhina dan tujuan ini tidak berkelanjutan bagi kehidupan artis independen. Bridie juga mempertanyakan investasi Ek dalam teknologi yang dapat menimbulkan penderitaan dan kematian, seperti perang drone AI di Ukraina dan Gaza.
Sebagai respons terhadap hal ini, Bridie bergabung dengan sejumlah musisi lainnya yang memutuskan untuk menghapus musik mereka dari Spotify. Mereka berharap agar karya-karya musiknya tidak menjadi sumber dana untuk investasi dalam persenjataan. Bridie mendorong pemusik dan pendengar untuk beralih ke platform musik lainnya serta mempertimbangkan dampak dari keputusan finansial mereka.
Dengan keputusan ini, Bridie dan musisi lainnya ingin menyuarakan ketidaksetujuan terhadap penggunaan kekayaan mereka yang tidak mendukung nilai kemanusiaan. Selain itu, mereka juga ingin menciptakan kesadaran akan tanggung jawab sosial dalam memilih platform musik yang mendukung nilai-nilai yang mereka yakini.


