Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta memberikan pesan kepada warga yang cemas atau takut akan pernikahan agar melihat proses tersebut sebagai bagian yang sehat, setara, dan bertanggung jawab dalam kehidupan. Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menekankan pentingnya persiapan yang baik agar warga Jakarta dapat melihat pernikahan sebagai bagian dari kehidupan yang positif. Melalui Program Generasi Berencana (GenRe), para remaja didorong untuk merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga sejak usia remaja. Tujuannya adalah agar mereka dapat membentuk keluarga berkualitas tanpa rasa takut atau kekhawatiran yang tidak perlu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong warga untuk melihat keputusan menikah dan memiliki anak sebagai langkah penting yang memerlukan kesiapan dan pertimbangan bijak. Dengan dukungan lingkungan yang kondusif, diharapkan setiap individu dapat mengambil keputusan berkeluarga dengan bijak untuk memperkuat ketahanan keluarga di Jakarta. Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Jakarta berusia 19 tahun ke atas belum menikah, dengan laki-laki rata-rata menikah di usia 30-31 tahun dan perempuan di usia 27-28 tahun. Iin mengatakan bahwa penundaan pernikahan tidak selalu berarti ada ketakutan, tetapi lebih pada kesadaran individu dalam mempersiapkan kehidupan pernikahan secara matang. Dengan persiapan yang cukup dan dukungan yang tepat, warga Jakarta dapat membangun keluarga yang kuat, sehat, dan berdaya.
Pesan Dinas PPAPP DKI: Atasi Ketakutan Menikah dengan Bijak
RELATED ARTICLES


