Ketua Badan 3×3 Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Anthony Gunawan, mengungkapkan bahwa proses pembentukan liga 3×3 masih membutuhkan waktu dan upaya yang komprehensif. Perbasi telah berkomitmen untuk mengembangkan cabang olahraga ini, namun sistemnya masih belum sekuat cabang 5-on-5, sehingga masih diperlukan persiapan yang matang untuk mewujudkan tujuan pembentukan liga. Anthony menyatakan bahwa upaya pembuatan liga memerlukan keterlibatan besar dari berbagai pihak seperti Pemerintah Indonesia, federasi, sektor swasta, dan pemilik klub atau komunitas yang berkepentingan.
Pembentukan liga 3×3 menjadi salah satu target jangka panjang dari Perbasi. Oleh karena itu, dalam jangka pendek, fokus akan diberikan pada peningkatan jumlah turnamen 3×3 serta dukungan terhadap penyelenggaraan acara serupa di berbagai daerah. Dengan langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten, ekosistem olahraga bola basket 3×3 di Indonesia diharapkan akan semakin berkembang dan stabil.
Anthony Gunawan juga menjelaskan bahwa DPP Perbasi sedang menyusun program-program yang akan berlangsung mulai dari tahun 2025 hingga 2032 dengan harapan dapat menciptakan liga 3×3 di Indonesia. Pertumbuhan pesat cabang olahraga 3×3 secara global memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ini juga akan terjadi dalam negeri. Selain itu, Anthony turut mengapresiasi Mandiri 3×3 Indonesia Tournament 2025 yang diselenggarakan di tujuh kota, yang berperan dalam mendukung pertumbuhan olahraga 3×3 di Indonesia.
Konsistensi penyelenggaraan turnamen selama 4 tahun terakhir telah membantu Perbasi dalam mengidentifikasi bakat-bakat potensial untuk menjadi atlet masa depan. Dengan demikian, potensi Indonesia untuk memiliki tim-tim unggul pada cabang olahraga 3×3 semakin terbuka lebar. Selain itu, penyelenggaraan turnamen olahraga juga dianggap sebagai langkah positif dalam membangun ekosistem cabang olahraga 3×3 di Indonesia.


