Saturday, February 14, 2026
HomeLenggang JakartaMinggu Pagi: Kualitas Udara Jakarta Berdampak Buruk bagi Kelompok Sensitif

Minggu Pagi: Kualitas Udara Jakarta Berdampak Buruk bagi Kelompok Sensitif

Kondisi udara di Kota Jakarta pada hari Minggu ini tergolong tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif. Menurut data yang disampaikan oleh IQAir pada pukul 05.00 WIB, kualitas udara di Jakarta mencapai angka 132 dengan tingkat polutan PM 2,5 sebesar 48 mikrogram per meter kubik atau hampir 10 kali lipat lebih tinggi dari standar kualitas udara yang direkomendasikan oleh WHO. PM 2,5 merupakan partikel yang berukuran sangat kecil, termasuk debu, asap, dan jelaga, yang jika terhirup dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Untuk mengatasi dampak buruk dari kualitas udara yang buruk, disarankan bagi kelompok sensitif untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela, dan menyediakan alat penyaring udara. Jakarta sendiri tercatat sebagai salah satu kota paling berpolusi di Indonesia, setelah Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong kerjasama dengan daerah sekitar untuk mengurangi emisi, terutama dari sektor industri. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penegakan hukum terhadap kendaraan berat yang tidak lolos uji emisi. Uji emisi sendiri telah dilakukan secara gratis terhadap jutaan kendaraan roda empat maupun roda dua sejak tahun 2020 hingga 2024, dengan tingkat kelulusan uji mencapai angka yang memuaskan.

Melalui upaya-upaya ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas udara akan semakin meningkat di tengah masyarakat. Upaya pemerintah dalam mengontrol emisi dan polusi udara di Jakarta merupakan langkah positif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan penduduk kota ini.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer