Pada Jumat sore, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan meskipun bursa saham kawasan Asia melemah. IHSG ditutup menguat 53,43 poin atau 0,71 persen menjadi 7.537,77. Grup 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga naik 6,35 poin atau 0,80 persen ke posisi 796,82. Pasar regional Asia terpengaruh oleh tarif baru Presiden AS Donald Trump pada impor dari negara-negara tanpa kesepakatan perdagangan. Data menunjukkan penurunan sektor manufaktur China dan pejabat AS serta China menyelesaikan perundingan perdagangan tanpa kesepakatan. Perhatian tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS Juli 2025 dan PMI Manufaktur Indonesia juga mengalami kenaikan. Dengan adanya surplus dalam neraca perdagangan Indonesia dan meningkatnya inflasi, Bank Indonesia dapat memangkas suku bunga untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Percaya diri, IHSG bertahan dalam zona hijau sepanjang sesi perdagangan saham dengan sektor infrastruktur mengalami kenaikan tertinggi. Meskipun beberapa sektor mengalami koreksi, IHSG tetap positif dan mencatat frekuensi perdagangan yang signifikan. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times juga mengalami pelemahan. Kesimpulannya, IHSG mampu menguat di tengah situasi pasar yang beragam pada Jumat sore tersebut.


