Pada pekan terakhir bulan Juli 2025, Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sebesar Rp16,24 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, merinci bahwa modal asing keluar bersih terdiri dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sejak awal tahun hingga akhir Juli 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp58,69 triliun dan Rp77,39 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp59,07 triliun.
Premi risiko investasi Indonesia (credit default swaps/CDS) 5 tahun mengalami kenaikan dari 69,94 basis poin per 25 Juli 2025 menjadi 71,40 bps per 31 Juli 2025. Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis di level Rp16.500 per dolar AS pada Jumat (1/8). Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 99,97 pada akhir perdagangan Kamis (31/7).
Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tetap stabil di level 6,56 persen pada Jumat pagi, sedangkan imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,374 persen pada akhir perdagangan Kamis. Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.


