Memasak merupakan kegiatan yang umum dilakukan di hampir setiap rumah. Selain menghasilkan makanan lezat, proses pemanasan bahan makanan juga dapat menyebabkan polusi udara di dalam ruangan jika tidak ada ventilasi yang memadai. Paparan polusi dari kegiatan memasak ini dapat berdampak negatif pada kesehatan seluruh anggota keluarga, seperti risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, dan memperburuk kondisi penderita asma karena penurunan kualitas udara dalam ruangan.
Peralatan memasak seperti kompor gas atau minyak tanah dapat menghasilkan asap dan partikel halus yang mencemari udara dalam rumah, terutama jika ventilasi tidak mencukupi. Berbagai jenis polusi seperti partikulat halus (PMâ‚‚.â‚…), nitrogen dioksida (NOâ‚‚), karbon monoksida (CO), serta senyawa kimia beracun lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru, jantung, hingga kanker jika terhirup dalam jangka panjang.
Studi di Inggris menunjukkan bahwa penggunaan kompor gas saat memasak dapat menghasilkan polusi udara dalam ruangan yang lebih tinggi daripada polusi jalanan di London. Air fryer diklaim sebagai metode memasak yang paling ramah terhadap kualitas udara dalam ruangan, dengan emisi yang sangat rendah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyoroti masalah polusi udara dari aktivitas memasak di rumah, yang berkontribusi pada lebih dari 3 juta kematian dini setiap tahun, terutama di negara berkembang.
Polusi udara di dalam rumah tidak hanya membahayakan orang dewasa, tetapi juga bayi, balita, ibu hamil, dan lansia karena sistem pernapasan mereka yang lebih sensitif. Untuk mengurangi risiko polusi udara akibat memasak, langkah-langkah sederhana seperti membatasi durasi memasak, memastikan ventilasi dapur baik, menggunakan alat masak modern yang minim emisi, menghindari penggunaan pengharum ruangan berlebihan, dan mempertimbangkan pemasangan pembersih udara (air purifier) dapat dilakukan.
Memasak dengan bijak sangat penting untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah dan melindungi kesehatan keluarga dari dampak negatif polusi udara. Penggunaan alat masak yang efisien, ventilasi yang memadai, dan langkah-langkah pencegahan lainnya dapat membantu mengurangi risiko polusi udara akibat kegiatan memasak.


