IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Kamis sore karena pelaku pasar merespon kebijakan The Fed yang menahan tingkat suku bunga acuannya. IHSG turun 65,55 poin atau 0,87 persen ke posisi 7.484,34, sedangkan indeks LQ45 turun 7,68 poin atau 0,96 persen ke posisi 790,47. Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut bahwa bursa regional Asia juga bergerak negatif karena keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa suku bunga saat ini sudah tepat untuk mengelola ketidakpastian di AS.
Data positif AS, seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan lapangan kerja swasta yang melampaui perkiraan, juga memengaruhi reaksi pasar. Pelaku pasar kini menantikan data lain, seperti inflasi Price Consumer Index (PCI) dan klaim pengangguran, yang akan dirilis. Di Asia, Bank Of Japan (BoJ) juga mempertahankan suku bunga acuannya. Data ekonomi China menunjukkan penurunan PMI Manufaktur dan Non-Manufaktur, mencerminkan melemahnya momentum pertumbuhan.
Di dalam negeri, rencana rebalancing indeks LQ45 menyebabkan ketidakpastian di pasar. IHSG terus bergerak negatif, di mana sektor barang konsumen primer menguat sementara sektor infrastruktur terkoreksi. Beberapa saham, seperti BBRC dan OASA, juga mengalami pergerakan harga yang signifikan. Volume perdagangan saham tercatat tinggi dengan sejumlah saham mengalami kenaikan dan penurunan. Bursa saham regional Asia juga bergerak bervariasi, dengan Nikkei menguat dan Shanghai melemah.
Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku pasar. Perubahan dalam kebijakan moneter, pertumbuhan ekonomi, dan data ekonomi terkini menjadi penentu bagi pergerakan IHSG serta bursa saham lainnya di kawasan Asia. Semua ini menunjukkan bahwa pasar keuangan terus bergerak dinamis dan perlu diawasi dengan cermat oleh para investor.


