Wednesday, April 15, 2026
HomeBisnisPotensi Keuntungan Kopi Desa Merah Putih di Pasar: Analisis Peneliti

Potensi Keuntungan Kopi Desa Merah Putih di Pasar: Analisis Peneliti

Peneliti dari Centre on Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian, mengungkapkan bahwa model bisnis seperti koperasi desa merah putih memiliki potensi besar dalam mendapatkan keuntungan. Model bisnis ini difokuskan pada penyediaan barang konsumsi pokok, yang merupakan kebutuhan yang pasti dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan harga yang lebih murah dan pasokan langsung dari produsen besar seperti BUMN Pertamina, Bulog, dan Pupuk Indonesia, koperasi ini dapat menjaga stabilitas harga dan memangkas rantai distribusi.

Dengan jalur pasokan langsung ini, biaya yang sebelumnya menjadi margin bagi perantara atau middleman dapat dipangkas hingga 15-20 persen. Model bisnis koperasi distribusi ini mengandalkan margin rendah namun volume tinggi, mirip dengan ritel modern seperti minimarket desa. Seiring dengan perkiraan jumlah penduduk per desa yang rata-rata 3.000-5.000 jiwa, koperasi ini memiliki potensi pendapatan dari berbagai lini bisnis.

Penjualan LPG 3 kg saja dapat memberikan potensi keuntungan sebesar Rp1-3 juta per bulan, sementara dari penjualan pupuk dan sembako juga memiliki potensi keuntungan yang signifikan. Lebih dari 81.100 desa dan kelurahan telah membentuk koperasi seperti ini, dengan banyak di antaranya yang telah resmi berbadan hukum.

Koperasi-koperasi tersebut tidak hanya berfokus pada bisnis sembako, LPG, dan pupuk bersubsidi, tetapi juga diberdayakan untuk melakukan kegiatan bisnis lain sesuai dengan potensi desanya. Pemerintah yakin bahwa koperasi desa merah putih ini juga memiliki potensi menjadi pembeli utama dari produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat desa.

Dengan potensi besar dalam mendapatkan keuntungan dari model bisnis yang jelas ini, koperasi desa merah putih memberikan peluang ekonomi yang positif bagi pengembangan desa.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer