Pada perdagangan Rabu (16/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 7.192,02 atau naik 0,72 persen. Sentimen positif dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebut keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) ke 5,25 persen, serta penurunan tarif resiprokal antara kedua negara mendongkrak penguatan indeks pada Rabu tersebut.
Menurut Ratna, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan tren penguatan IHSG yang berlanjut. Dengan indeks bertahan di atas 7.150, peluang menguji level resistance di kisaran 7.200 hingga 7.250 terbuka. Namun, peringatan untuk tetap waspada terhadap aksi ambil untung (profit taking) diberikan mengingat indikator Stochastic RSI telah mencapai area jenuh beli (overbought).
Selain itu, pasar global juga menantikan rilis data ekonomi penting seperti tingkat pengangguran di Inggris, inflasi di Eropa, dan penjualan ritel di AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. Dari analisa harian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham emiten yang diperkirakan akan menguat, antara lain JPFA, BIRD, SMGR, SMBR, dan TOBA. Sentuhan positif dari sentimen BI Rate dan tarif AS diharapkan dapat mempertahankan penguatan IHSG dalam perdagangan ke depan.


