Musim gadu telah tiba di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, dan petani di daerah tersebut sedang menghadapi tantangan kemarau yang semakin dekat. Dalam mengantisipasi musim kemarau, petani diminta untuk segera mempersiapkan lahan untuk menanam padi. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, mengungkapkan bahwa pengairan lahan persawahan di daerah tersebut hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga penting bagi petani untuk bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi BMKG akan terjadi mulai akhir Juni hingga Agustus 2025. Kekeringan yang mungkin terjadi akibat kurangnya sumber air irigasi juga menjadi perhatian serius, mengingat daerah ini belum memiliki infrastruktur yang memadai seperti bendungan. Petani diminta untuk segera bertindak dengan cepat dalam mempersiapkan lahan guna mencapai target tanam padi kedua tahun ini. Selain itu, hasil panen pada musim tanam pertama menunjukkan kinerja yang menurun, dengan rata-rata hasil panen sekitar 3,62 ton per hektare. Meskipun begitu, sudah ada sejumlah petani yang berhasil meningkatkan hasil panen hingga mencapai enam ton per hektare. Hasil panen padi di musim tanam pertama juga telah diserap oleh Bulog, mencapai 5.300 ton GKP. Dengan demikian, upaya percepatan penggarapan lahan dan peningkatan produktivitas tanaman padi menjadi kunci penting bagi petani di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk menghadapi musim kemarau yang semakin dekat.


