Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, melalui Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jaksel, berhasil menjangkau sebanyak 77 Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama bulan Mei 2025. Dari jumlah tersebut, PPKS terbanyak berasal dari kategori terlantar sebanyak 20 orang. Selain itu, ada juga 11 orang dalam kategori disabilitas mental, 13 orang non-PPKS, tujuh pemulung, dan sepuluh anak jalanan yang juga dijangkau. Penjangkauan juga dilakukan terhadap kelompok rentan lainnya seperti lansia terlantar, pengemis, dan waria.
Para PPKS yang telah dijangkau akan diberikan pembinaan dan pelatihan di panti-panti yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini bertujuan agar mereka dapat hidup secara mandiri di masa depan. Selain pelatihan keterampilan, para PPKS juga mendapatkan layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Dalam proses penanganan, petugas selalu menggunakan pendekatan persuasif, humanis, dan tanpa kekerasan. Mereka menghormati hak asasi dan martabat setiap individu yang mereka bantu. Penjangkauan PPKS ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, ramah terhadap kelompok marjinal, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari pelayanan kesejahteraan sosial.


