China memberikan sambutan hangat atas bergabungnya Vietnam sebagai mitra BRICS, seperti yang diumumkan oleh Brasil selaku presiden BRICS tahun 2025. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, Vietnam diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi mekanisme BRICS. Kedatangan Vietnam juga disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri Brazil yang menyatakan bahwa Vietnam memiliki komitmen yang sejalan dengan anggota dan mitra BRICS dalam menciptakan tatanan internasional yang lebih inklusif dan representatif.
Dengan populasi hampir 100 juta orang dan ekonomi yang dinamis, Vietnam dianggap sebagai salah satu aktor yang relevan di Asia. Bergabungnya Vietnam dalam kerja sama BRICS dianggap membawa manfaat baik bagi pembangunan negara itu sendiri maupun bagi negara-negara BRICS dan berkembang. China juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan anggota BRICS dan negara mitra lainnya guna memajukan kerja sama yang lebih erat, berorientasi pada hasil, inklusif, dan berkualitas tinggi.
Vietnam menjadi negara mitra ke-10 BRICS dan secara resmi diperkenalkan pada KTT BRICS ke-16 di Kazan, Rusia, pada Oktober 2024. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi BRICS dan membuktikan upaya Vietnam dalam mendiversifikasi kemitraan global dan memperkuat perekonomiannya. Sebagai negara mitra, Vietnam diizinkan untuk berpartisipasi dalam KTT dan diskusi BRICS.
Partisipasi Vietnam dalam KTT BRICS+ di Kazan pada Oktober 2024 menjadi sejarah karena merupakan kali pertama seorang pemimpin Vietnam hadir dalam pertemuan utama kelompok tersebut. Dengan bergabungnya Vietnam, BRICS yang awalnya terdiri dari lima negara, kini telah memperluas keanggotaannya dan menguasai 40 persen populasi dunia serta 35 persen PDB global, menjadikannya pemain penting di kancah internasional.


