Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) Iran meluncurkan “operasi ofensif gabungan skala besar” terhadap Israel pada Sabtu malam. Serangan melibatkan sejumlah besar rudal dan drone, menurut kantor berita resmi IRGC, Sepah News. Divisi kedirgantaraan IRGC menyatakan serangan sebagai respons terhadap “agresi berulang” Israel terhadap Iran.
Di Israel, sebuah roket menghantam bangunan tempat tinggal di komunitas bagian utara, menewaskan seorang wanita dan melukai 13 lainnya, menurut Magen David Adom (MDA), layanan medis darurat nasional Israel. Beberapa orang lain mengalami luka ringan hingga sedang, dan empat orang dirawat karena mengalami gangguan kecemasan. Sebelumnya, MDA melaporkan bahwa tiga orang tewas dan 204 terluka sejak serangan Iran dimulai.
Komando Front Dalam Negeri Israel menginformasikan kepada penduduk di luar Haifa dan wilayah utara untuk keluar dari tempat perlindungan bom, tetapi tetap berada di area yang dilindungi. Sistem pertahanan udara Israel aktif mencegat proyektil yang masuk, sementara unit-unit angkatan udara Israel melakukan serangan terhadap target militer di Teheran.
Kementerian Perminyakan Iran mengkonfirmasi dua depot minyak di Teheran menjadi sasaran serangan. Warga melaporkan dua ledakan di ibu kota Iran, dengan ledakan yang terasa di distrik barat dan utara. Yordania menutup wilayah udaranya sementara sebagai tindakan pencegahan menyusul serangan rudal Iran.
Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan udara Israel pada Jumat pagi, yang mengakibatkan tewasnya beberapa komandan militer senior, ilmuwan nuklir, dan puluhan warga sipil, menurut otoritas Iran.


