Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong distribusi jagung dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan, khususnya dari petani di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke sentra peternakan layer di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan bahwa pengiriman tahap pertama dari NTB ke wilayah Jawa Timur telah berhasil dilaksanakan menggunakan kapal tongkang berkapasitas 225 ton dari Pelabuhan Bima ke Pelabuhan Kalimas, Surabaya.
Proses distribusi jagung dilakukan secara bertahap melalui jalur laut dan darat, dimana pengiriman tahap kedua sebanyak 240 ton telah tiba di Pelabuhan Kalimas Surabaya dan tahap ketiga dengan muatan 330 ton telah diberangkatkan dari Pelabuhan Bima. Seluruh pengiriman dilakukan dalam skema B2B antara petani jagung dan peternak layer yang difasilitasi oleh Bapanas untuk memperkuat rantai pasok jagung nasional, dengan total pasokan mencapai 795 ton.
Badan Pangan Nasional telah konsisten dalam fasilitasi distribusi jagung sejak tahun 2022 untuk menjaga keterjangkauan pangan dan menekan gejolak harga. Dengan data proyeksi produksi jagung, Provinsi NTB merupakan salah satu daerah produsen terbesar dengan estimasi produksi 769 ribu ton. Harga jagung pipilan kering di tingkat petani NTB mengalami fluktuasi, namun Bapanas akan terus membantu petani jagung NTB dengan mobilisasi stok jagung secara B2B.
Upaya distribusi jagung tidak hanya dilakukan melalui jalur laut, tetapi juga melalui jalur darat, meskipun menghadapi beberapa tantangan. Bapanas tengah menjajaki kerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mendukung penyediaan armada dan efisiensi biaya distribusi. Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk menjaga pasokan pakan ternak dan menstabilkan harga telur ayam ras di pasar, demi keberlangsungan pangan strategis bagi masyarakat.


