Tuesday, October 13, 2026
HomeFinansialTransformasi Digital Sektor Keuangan Melalui Generasi Muda

Transformasi Digital Sektor Keuangan Melalui Generasi Muda

Literasi keuangan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menghadapi ekosistem keuangan yang terus berkembang. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi, generasi muda, khususnya Gen Z, memegang peran strategis dalam transformasi digital sektor keuangan Indonesia. Hasan menyoroti bahwa literasi keuangan digital menjadi penting untuk menghadapi perkembangan teknologi seperti blockchain, artificial intelligence, dan big data yang membawa peluang dan tantangan baru dalam pengelolaan keuangan.

Hasan juga mengingatkan tentang pentingnya bijak dalam mengelola keuangan digital dan waspada terhadap potensi penipuan di era layanan keuangan berbasis teknologi. Data Indonesia Anti Scam Center (IASC) per Maret 2025 menunjukkan tingginya angka penipuan di keuangan digital, dengan kerugian mencapai Rp1,7 triliun. Oleh karena itu, pemahaman mengenai legalitas, logika investasi, dan risiko merupakan pondasi yang penting sebelum memilih produk keuangan digital.

Kegiatan Digital Financial Literacy merupakan bagian dari upaya OJK dalam mengedukasi masyarakat mengenai literasi keuangan digital, khususnya kepada lebih dari 200 mahasiswa di Kota Sorong, Papua Barat dan sekitarnya. Dengan mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia, OJK bertujuan untuk memastikan bahwa transformasi digital di sektor keuangan dapat berjalan secara merata. Program literasi tahunan OJK juga didesain untuk menjangkau masyarakat yang masih memiliki rendahnya indeks literasi keuangan digital.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat bahwa indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66 persen, sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 80 persen. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penggunaan produk keuangan dan pemahaman yang memadai, yang bisa menimbulkan risiko jika tidak ditangani melalui edukasi yang tepat. Melalui kegiatan Digital Financial Literacy, OJK ingin memberikan pemahaman agar masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan keuangan digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

OJK juga berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna aktif, tetapi juga pelaku inovasi di sektor keuangan digital. Dengan upaya terus menerus dalam mengedukasi masyarakat, OJK berkomitmen untuk memastikan bahwa literasi keuangan digital meningkat di seluruh Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer