Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memiliki rencana untuk meluncurkan program “Manggarai Bersholawat” sebagai inisiatif dalam menyelesaikan tawuran yang sering terjadi di kawasan tersebut. Menurut Pramono, kekurangan pekerjaan dan kurangnya pemanfaatan fasilitas olahraga merupakan faktor utama yang memicu tawuran di wilayah Manggarai. Untuk mengatasi masalah ini, ia ingin mengimplementasikan program “Manggarai Bersholawat” dengan mengundang kelompok-kelompok yang bertikai untuk berdialog secara kultural dan keagamaan.
Pramono percaya bahwa pendekatan ini jauh lebih efektif daripada tindakan represif dalam menyelesaikan konflik. Dengan melibatkan warga dari berbagai RW yang bermasalah, diharapkan akar permasalahan dapat terungkap dan diselesaikan dengan baik. Program ini juga akan melibatkan elemen masyarakat lainnya seperti tokoh agama, majelis taklim, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sementara program “Manggarai Bersholawat” saat ini menjadi percontohan, Pramono tidak menutup kemungkinan untuk mengimplementasikan program serupa di wilayah lain jika berhasil. Dengan pendekatan keagamaan dan kolaborasi antarmasyarakat, diharapkan tawuran dapat diminimalisir dan perdamaian dapat tercipta di wilayah Manggarai.


