Thursday, April 16, 2026
HomeBeritaCandi Borobudur: Simbol Toleransi Agama yang Diinginkan Menbud

Candi Borobudur: Simbol Toleransi Agama yang Diinginkan Menbud

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Candi Borobudur bukan hanya tempat wisata, tetapi juga dapat menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Dalam acara peringatan Waisak 2025 di Candi Borobudur, Menbud Fadli Zon menekankan bahwa Borobudur telah bertransformasi dari sebuah monumen kematian menjadi monumen kehidupan. Tema Waisak tahun ini, “Tingkatkan Pengendalian Diri Dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia,” diharapkan bisa menjadi bahan introspeksi dalam mewujudkan perdamaian dunia yang sejati.

Tema besar Waisak tahun ini dipilih karena relevansinya dengan kondisi saat ini, di mana peperangan dan konflik disebabkan oleh kebencian yang berujung pada penderitaan. Menurut Menbud, nilai-nilai agung yang terkandung dalam Borobudur dapat memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara. Candi Borobudur juga tidak hanya menjadi tujuan wisata sejarah, tetapi juga dapat menjadi pusat ziarah internasional yang diakui dunia. Menbud berkomitmen untuk terus mempromosikan Borobudur sebagai tempat kedamaian, inspirasi, dan pencerahan bagi semua orang yang mengunjunginya.

Ketua Umum DPP WALUBI, Dra. S. Hartati Murdaya, menyambut baik keinginan Menbud untuk menjadikan Borodur sebagai simbol toleransi. WALUBI juga berkomitmen untuk melaksanakan aksi kemanusiaan, baik dalam bentuk bakti sosial maupun bantuan bagi korban bencana di Indonesia. Dengan semangat kasih sayang dan kepedulian, diharapkan dapat menciptakan dunia yang lebih baik.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer