Pentingnya Transparansi dalam Meningkatkan Nilai Saham Telkom
Manajer Riset dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi, memberikan saran kepada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) untuk meningkatkan transparansi guna mendukung peningkatan nilai saham perusahaan. Meskipun Telkom mencatat kinerja keuangan yang positif pada kuartal I-2025 dengan pendapatan konsolidasi mencapai Rp36,6 triliun, EBITDA sebesar Rp18,2 triliun, dan laba bersih sebesar Rp5,8 triliun, namun harga saham TLKM masih stagnan di level Rp2.600.
Badi menduga faktor-faktor seperti prospek pertumbuhan yang kurang jelas, sentimen negatif terhadap sektor telekomunikasi, dan kurangnya kepastian arah bisnis dan kepemimpinan direksi Telkom memengaruhi stagnasi harga saham perusahaan. Oleh karena itu, Badi merekomendasikan agar Telkom meningkatkan transparansi, terutama dalam hal data operasional perusahaan.
Dalam hal ini, Telkom perlu memberikan informasi yang lebih terperinci terkait dengan jumlah pelanggan IndiHome dan base transceiver station (BTS) yang dimiliki. Selain itu, Telkom juga perlu menyampaikan data yang lebih lengkap terkait dengan churn rate pelanggan dan jumlah BTS yang berhenti beroperasi. Hal ini diharapkan dapat membantu publik dan pasar dalam menilai efisiensi dan efektivitas perusahaan.
Akuntabilitas dalam pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dilihat dari segi angka, tetapi juga dari segi fungsi yang diberikan. Oleh karena itu, Telkom perlu memberikan data operasional yang lebih transparan untuk mendukung peningkatan nilai saham perusahaan di masa depan.


