PT Astra International Tbk (ASII) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 menyetujui pembagian dividen final senilai Rp16,44 triliun atau setara Rp406 per saham untuk tahun buku 2024. Dividen final tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp3,96 triliun atau setara Rp98 per saham yang sudah dibayarkan pada 31 Oktober 2024. Sisa dividen sebesar Rp12,46 triliun atau Rp308 per saham akan dibayarkan pada 5 Juni 2025 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 22 Mei 2025 pukul 16.00 WIB.
Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan bahwa pembayaran dividen akan memperhatikan ketentuan pajak, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta ketentuan pasar modal lainnya yang berlaku. Sementara itu, sisa laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp17,61 triliun akan dicatatkan sebagai laba ditahan oleh perusahaan.
Pada RUPST, terdapat pengunduran diri Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sebagai Komisaris Independen dan Suparno Djasmin sebagai Direktur. Seiring dengan itu, John Raymond Witt dan Stephen Patrick Gore diangkat kembali sebagai Komisaris. Rudy juga ditunjuk sebagai Wakil Presiden Direktur. Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi ASII saat ini terdiri dari beberapa nama yang tercatat.
Pada tahun 2024, Astra International mencatatkan laba bersih sebesar Rp34,05 triliun, meningkat 0,62 persen dibandingkan tahun 2023. Hal ini menunjukkan kinerja perusahaan yang stabil dan pertumbuhan yang baik. Selain itu, perusahaan akan merilis 3 mobil listrik baru dan bidik peningkatan penjualan batu bara dan emas di tahun 2025. RUPST United Tractors juga telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp7,8 triliun sebagai bagian dari strategi keuangan perusahaan.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Astra International dan perusahaan lainnya menunjukkan komitmen untuk memberikan hasil yang terbaik bagi pemegang saham dan memperkuat posisi di pasar modal.


