PT Pupuk Indonesia (Persero) memilih Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sebagai lokasi pertama uji coba fitur baru i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi). Aplikasi ini dikembangkan oleh Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan). Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia, Saroyo Utomo, menjelaskan bahwa uji coba akan dilakukan di lima wilayah, dengan Kabupaten Madiun menjadi yang pertama. Wilayah lain yang akan mengikuti uji coba adalah Kabupaten Lampung Tengah, Lampung; Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah; Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta; dan Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Fitur i-Pubers ini dirancang untuk membantu kios pengecer dalam memesan pupuk bersubsidi langsung ke produsen atau distributor, untuk mempercepat proses dan meningkatkan efisiensi serta akuntabilitas. Pemerintah juga mendorong pembangunan sistem informasi pupuk bersubsidi yang terintegrasi untuk mendukung distribusi, pendataan, alokasi, penyaluran, penagihan, dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi.
Program Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi juga merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan mempercepat penyerapan di tingkat petani. Program ini juga bertujuan untuk menjaga agar harga pupuk tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketentuan dari Kementerian Pertanian. Dengan demikian, kolaborasi antara Pupuk Indonesia, Kementan, dan para petani di Kabupaten Madiun diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pertanian di Indonesia.


