PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) melaporkan pertumbuhan penjualan yang positif pada kuartal pertama tahun 2025. Dengan penjualan senilai Rp32,48 miliar, perseroan berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 12,43 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama SBMA, Rini Dwiyanti, menyatakan bahwa hasil ini merupakan cerminan dari ekspansi bisnis yang dilakukan oleh perseroan pada tahun sebelumnya.
Detail penjualan produk seperti Oxygen, Acetylene, Argon, Nitrogen, dan Karbondioksida juga disampaikan. Terlihat peningkatan signifikan pada penjualan Oxygen dan Karbondioksida, sementara penurunan pada penjualan Acetylene, Argon, dan Nitrogen. Perseroan juga berhasil melakukan diversifikasi produk ke gas campuran yang mengalami peningkatan pesanan yang signifikan.
Selain itu, laba kotor SBMA juga meningkat sebesar 11,24 persen, dengan laba neto per 31 Maret 2025 mencapai Rp1,97 miliar. Perseroan juga berhasil menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas pada sisi neraca. SBMA terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk dan layanan untuk meningkatkan daya saing di industri.
Dengan prospek usaha yang positif, terutama didukung oleh pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur, SBMA optimistis dapat terus tumbuh dan memperluas pangsa pasar. Strategi ekspansi bisnis, inovasi produk, dan optimalisasi kinerja keuangan dan operasional menjadi fokus utama perseroan dalam mencapai target pada tahun 2025. Dengan adanya ekspansi proyek-proyek strategis di berbagai sektor industri, SBMA memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan secara berkelanjutan dan memperluas pangsa pasar.


