Wednesday, April 22, 2026
HomeBisnisAS WHO Exit Sparks Bio Farma Global Collaboration Opportunities

AS WHO Exit Sparks Bio Farma Global Collaboration Opportunities

PT Bio Farma (Persero) memiliki rencana untuk meningkatkan kerja sama global setelah Amerika Serikat memutuskan mundur dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan bahwa perusahaan akan melakukan penetrasi pasar secara agresif dan telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk menjajaki kerja sama. Keputusan AS untuk mundur dari WHO diperkirakan akan berdampak pada kontribusi dana sebesar 2 miliar dolar AS kepada organisasi tersebut. Dampak ini juga akan terasa di rantai pasokan vaksin global, termasuk bagi Bio Farma.

Terkait dengan pendanaan, kontribusi dari negara-negara anggota WHO, termasuk AS, seringkali disalurkan melalui organisasi the Vaccine Alliance (GAVI) yang memiliki peran penting dalam pesanan vaksin global. Kekurangan pendanaan ini diduga tidak hanya disebabkan oleh penarikan diri AS, tetapi juga kemungkinan penahanan dana akibat perang dagang global. Bio Farma juga mengungkapkan bahwa permintaan ekspor vaksin polio biasanya terbatas pada situasi darurat, membuat pasar ekspor polio Bio Farma menjadi lebih terbatas dalam kondisi normal.

Pada Januari 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan diri AS dari WHO dengan alasan organisasi tersebut gagal menangani pandemi COVID-19. AS juga merasa kontribusi dana yang diminta WHO terlalu besar dan tidak sebanding dengan kontribusi negara-negara lain. Bio Farma terus berupaya untuk mengembangkan kerja sama globalnya meskipun adanya perubahan politik dan kondisi ekonomi global. Selain itu, perusahaan juga fokus pada inovasi dan produksi vaksin yang berkualitas untuk mendukung upaya kesehatan global.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer