Partisipasi tim Indonesia dalam Piala Sudirman 2025 menunjukkan adanya proses regenerasi yang sedang berlangsung, meskipun hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan. Meskipun gagal mencapai final seperti yang ditargetkan PBSI, namun terlihat adanya kemajuan selama kompetisi berlangsung. Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, menyatakan bahwa mereka berusaha kombinasikan antara pemain junior dan senior untuk membawa tim ke tingkat yang lebih baik.
Meskipun demikian, penampilan para pemain pelapis seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah di Piala Sudirman menunjukkan potensi yang menjanjikan. Setelah kompetisi selesai, PBSI akan mengevaluasi program dan mempercepat pembinaan agar para pemain bisa terus meningkat performanya. Eng Hian mengungkapkan optimisme terhadap potensi sektor ganda putra, sementara sektor ganda putri dan ganda campuran masih perlu kerja keras untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Meskipun tanpa kehadiran pemain elit seperti Anthony Ginting dan Gregoria Mariska, PBSI tetap mengapresiasi usaha tim dalam kompetisi ini. Mereka melihat kehadiran pemain pelapis sebagai modal penting untuk masa depan. Eng Hian berharap bahwa dalam dua tahun ke depan, para pemain muda yang sedang dibina dapat menjadi kekuatan utama dalam membawa pulang Piala Sudirman ke Indonesia. Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya semangat dan dedikasi dalam menjaga performa tim agar tetap berkualitas dan kompetitif.


