Menteri Agama sekaligus Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta, Nasaruddin Umar, baru saja melantik Jazilul Fawaid sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni PTIQ Jakarta (IKAPTIQ) periode 2025-2028. Dalam kesempatan tersebut, Jazilul Fawaid, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, mengungkapkan keprihatinan terhadap rendahnya rasio penduduk Indonesia yang memiliki gelar doktor, yang hanya sekitar 0,05 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Fokus akan difokuskan pada pendampingan pendidikan S2 (magister) dan S3 (doktoral), terutama bagi alumni S1 PTIQ, dengan mengatasi kendala utama berupa biaya. Selain itu, IKAPTIQ juga mendorong Kementerian Agama untuk meningkatkan jumlah guru besar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Universitas PTIQ telah berhasil melahirkan dua guru besar dan sedang mempersiapkan calon lainnya. Dia menyoroti tantangan perguruan tinggi di era digital, seperti menurunnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi formal.
Selain itu, Jazilul Fawaid menekankan pentingnya perguruan tinggi memiliki strategi agar tetap relevan dan tidak tergusur oleh perkembangan teknologi dan minat masyarakat terhadap pendidikan keterampilan dan jarak jauh.
Susunan pengurus IKAPTIQ periode 2025-2028 juga diumumkan, antara lain Dewan Pembina yang dipimpin oleh Prof Dede Rosyada, MA, Dewan Pengawas yang diketuai oleh KH Saifullah Ma’shum, M.Si, dan Dewan Eksekutif yang dipimpin oleh Dr KH Jazilul Fawaid, SQ, MA. Semua itu menandai komitmen IKAPTIQ dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan Islam di Indonesia.


