Thursday, April 16, 2026
HomeLenggang JakartaKualitas Udara Jakarta Tidak Sehat di Minggu Pagi: Penyebab dan Dampaknya

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat di Minggu Pagi: Penyebab dan Dampaknya

Kualitas udara di Jakarta pada Minggu pukul 05.47 WIB diklasifikasikan sebagai tidak sehat bagi kelompok sensitif, menempatkannya sebagai salah satu dari lima kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Indeks Kualitas Udara (AQI) Kota Jakarta mencapai angka 138, dengan nilai partikel halus PM2.5 sebesar 50,4 mikrogram per meter kubik. Masyarakat disarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menjaga kesehatan.

Delhi, India, menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk, diikuti oleh Kampala, Uganda, Dhaka, Bangladesh, dan Batam, Indonesia. Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa kualitas udara di lima lokasi berada dalam kategori sedang, dengan rentang nilai PM2,5 antara 51-100.

Beberapa titik seperti Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kalideres, Jakarta Barat, dan Pulogadung, Jakarta Timur memiliki nilai Indeks Kualitas Udara yang beragam. DLH Jakarta menganjurkan agar penduduk di wilayah tersebut menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kelompok sensitif disarankan untuk beristirahat lebih sering, beraktivitas ringan, membawa obat pribadi, dan menggunakan masker.

Informasi ini penting untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan mereka di tengah kondisi kualitas udara yang buruk. Semua langkah yang diambil untuk melindungi diri sendiri dan orang lain sangat dianjurkan, termasuk mengikuti anjuran dari pihak berwenang terkait.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer