Perekonomian Jakarta, terutama sektor ekspor, diprediksi akan mengalami dampak yang signifikan akibat pemberlakuan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meskipun dampaknya belum terlihat secara langsung saat ini, namun Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan bahwa efek langsung maupun tidak langsung kemungkinan akan terjadi. Tarif impor yang diberlakukan Trump terhadap 185 negara dan wilayah dengan besaran 10 persen telah membuat beberapa negara bersedia bernegosiasi selama 90 hari. Meski begitu, ekspor Jakarta, yang pada bulan Maret 2025 turun 8,13 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, masih dalam tahap negosiasi sehingga dampak dari tarif impor belum terlihat secara signifikan. Penurunan ekspor nonmigas disebabkan oleh penurunan nilai ekspor di berbagai sektor, seperti industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perikanan. Meskipun demikian, pada tahunan tercatat peningkatan ekspor sebesar 21,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana ekspor nonmigas menyumbang pertumbuhan positif yang signifikan. Meskipun dinamika tarif impor masih dalam proses negosiasi dan penangguhan selama 90 hari, perekonomian Jakarta tetap menjadi sorotan dalam konteks global.
Dampak Tarif Trump terhadap Ekonomi Jakarta: Langsung dan Tidak Langsung
RELATED ARTICLES


