Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, berharap bahwa kehadiran Mobil Training Unit (MTU) di sejumlah wilayah Jakarta dapat dimanfaatkan warga dengan baik sebagai bekal dalam mencari pekerjaan. Pramono secara langsung meninjau MTU di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Barat, dan memberikan apresiasi terhadap program pelatihan yang meliputi merias wajah, menjahit, dan desain. Dia percaya bahwa program tersebut sangat dibutuhkan di lapangan kerja dan menjadi salah satu prioritasnya dalam 100 hari pertama. Pramono menyatakan keyakinannya bahwa warga yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan.
Selain itu, Pramono juga memberikan dukungan terhadap program MTU dengan menjanjikan dukungan permodalan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini menjawab kebutuhan warga terhadap permodalan untuk mengikuti program pelatihan. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertransgi) DKI, Hari Nugroho, menjelaskan bahwa masyarakat yang ber-KTP Jakarta dapat mengikuti pelatihan di MTU. Program ini akan tersebar di lima wilayah Jakarta dan akan berpindah-pindah.
Rusunawa KS Tubun menjadi langkah awal dari program MTU, dengan animo warga yang sangat besar terlihat dari peningkatan jumlah peserta. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, mereka dapat membuat surat permohonan yang kemudian disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta. Para peserta yang diterima akan mengikuti pelatihan selama 20 hari. Program ini diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi warga DKI Jakarta dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang dipelajari selama pelatihan.


