Wednesday, April 15, 2026
HomeBisnisInflasi Emas April 2025 Puncak Dibanding September 2020

Inflasi Emas April 2025 Puncak Dibanding September 2020

Inflasi emas perhiasan mencapai tingkat tertinggi sejak September 2020 pada bulan April ini, menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini. Pada Agustus 2020, terjadi inflasi emas sebesar 10,75 persen, yang kemudian diikuti oleh tingkat inflasi bulanan komoditas emas sebesar 10,52 persen month-to-month (mtm) pada April 2025. Data Rata-Rata Harga Emas di Jakarta dari BPS menunjukkan peningkatan harga emas dari Rp785.406 pada Juli 2020 menjadi Rp869.893 pada Agustus 2020, atau sebesar 10,75 persen mtm. Kenaikan harga emas terjadi secara berturut-turut selama 20 bulan terakhir dan emas juga menjadi salah satu kontributor terbesar inflasi bulanan pada April 2025. Selain itu, inflasi tahunan emas pada bulan yang sama mencapai 1,95 persen year-on-year (yoy). Kenaikan ini dikaitkan dengan naiknya harga emas di pasar global. Inflasi bulanan sebesar 1,17 persen mtm pada April 2025 ditandai dengan IHK yang meningkat dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 108,47 pada April 2025. Melihat tren ini, harga emas menjadi salah satu komoditas yang berpengaruh besar terhadap inflasi, dengan peningkatan yang signifikan setelah Agustus 2023 yang mengalami deflasi sebesar 0,3 persen mtm. Menurut Pudji, emas merupakan salah satu kontributor inflasi tertinggi selain tarif listrik, bawang merah, cabai merah, serta tomat. Saat ini, emas memiliki andil sebesar 0,52 persen terhadap inflasi tahunan yang mencapai 1,95 persen pada bulan April 2025.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer