Pacific Caesar Surabaya mengalami kekalahan kandang 94-101 dari Pelita Jaya, menurut Pelatih Andika Supriadi Saputra. Andika menyatakan bahwa strategi yang kurang baik dan pelanggaran pada menit akhir menjadi faktor utama kekalahan timnya. Meskipun eksekusi di lapangan dianggap bagus, terdapat kelemahan pada strategi bertahan dan pelanggaran di area sudut lapangan.
Meskipun Pacific Caesar Surabaya fokus pada pertahanan yang solid, bukan serangan, hasil akhir pertandingan tidak mendukung tim tersebut. Andika menyoroti pentingnya mental pemain sebagai modal penting untuk pertandingan selanjutnya. Dia juga menekankan bahwa karakter tim adalah pertahanan, tanpa pertahanan yang solid, mereka tidak akan mencapai skor di atas 90.
Pacific Caesar Surabaya mengakui bahwa mereka memiliki banyak hal untuk dipelajari dari tim papan atas yang diperkuat oleh pemain tim nasional. Menyambut jadwal padat pekan depan, prioritas utama tim adalah pemulihan fisik dengan istirahat yang cukup.
Meskipun Pelita Jaya masih memuncaki klasemen IBL 2025 dengan 31 poin, sementara Pacific Caesar Surabaya tertahan di peringkat ke-10 dengan 21 poin. Andika menegaskan bahwa pemulihan fisik akan menjadi prioritas utama tim menghadapi jadwal pekan yang padat. Artinya, Pacific Caesar Surabaya perlu memperbaiki strategi dan fokus pada pertahanan untuk meraih hasil yang lebih baik di pertandingan berikutnya.


