Digitalisasi menawarkan kesempatan besar bagi UMKM untuk mengembangkan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan daya saing mereka. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bagus Rachman, menyatakan bahwa digitalisasi saat ini menjadi keharusan bagi para pelaku UMKM agar bisa berkembang lebih cepat.
Dalam acara Mastercard Forum 2025: Driving Tomorrow Innovation In Action di Sanur, Bali, Bagus mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan ekosistem terpadu yang disebut SAPA UMKM untuk mendukung transformasi digital UMKM. Pemerintah sangat memperhatikan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, dengan target kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen tahun ini dan ditargetkan mencapai 8 persen dalam lima tahun mendatang.
Meskipun demikian, Bagus mengakui bahwa membangun ekosistem digital bagi UMKM bukanlah hal yang mudah. Beberapa tantangan yang harus diatasi termasuk kesenjangan digital dan literasi teknologi, keterbatasan SDM dan infrastruktur, keamanan siber, serta perlunya pendampingan dalam mengubah budaya organisasi.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian UMKM akan meluncurkan platform bernama SAPA UMKM. Program ini merupakan inisiatif penting dalam upaya membangun ekosistem digital yang mengintegrasikan seluruh layanan untuk UMKM dalam satu platform terpadu. Melalui SAPA UMKM, diharapkan dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi UMKM sejauh ini, mulai dari birokrasi yang rumit, data yang terfragmentasi, kesulitan akses ke pembiayaan, hingga rendahnya literasi digital.
Bagus menegaskan bahwa SAPA UMKM akan menjadi alat yang sangat berguna bagi UMKM dan akan diawasi hingga tahun 2029. Dengan platform ini, yang menjadi tujuannya bukan hanya untuk memperkuat UMKM saat ini, tapi juga untuk mempersiapkan mereka agar bisa berkembang dan sukses di masa depan.








