Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan klarifikasi terkait pembatalan proses naturalisasi Djenna de Jong untuk timnas putri Indonesia. Erick menjelaskan bahwa tidak semua proses naturalisasi pemain akan berhasil, dan hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, keputusan naturalisasi diputuskan oleh pelatih dan harus sesuai dengan standar kualitas yang dibutuhkan tim.
Djenna de Jong, yang sebelumnya diharapkan menjadi pemain naturalisasi setelah Estella Loupatty dan Noa Leatomu, tidak dapat dilanjutkan prosesnya karena dianggap tidak sesuai dengan skema pelatih Satoru Mochizuki. Hal ini membuat Djenna memilih untuk mengundurkan diri dalam proses naturalisasi dan tidak akan bermain untuk Indonesia. Dalam unggahannya di Instagram, Djenna menyebut bahwa perlakuan yang diterimanya dari PSSI dinilai tidak profesional.
Meskipun Djenna de Jong tidak berhasil dinaturalisasi untuk memperkuat timnas putri Indonesia, PSSI tetap menjalankan program naturalisasi dengan transparan dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun timnas yang kompetitif dan memiliki standar kualitas yang tinggi. Dengan demikian, PSSI tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi pemain naturalisasi dalam menghadapi kompetisi di level internasional.








