Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mendorong puisi untuk memiliki nilai ekonomi kreatif atau komersial. Menurutnya, puisi adalah bagian dari warisan budaya yang berhubungan erat dengan ekonomi kreatif. Dia mengapresiasi inisiatif Hari Puisi Nasional sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas dan ekspresi seni. Menurut Menekraf, puisi bisa masuk ke dalam subsektor seni pertunjukan dan penerbitan, sehingga memiliki nilai ekonomi kreatif yang signifikan.
Hari Puisi Nasional diperingati setiap tanggal 28 April dan tahun ini akan mengusung tema Semangat Pemberontakan Si Binatang Jalang. Di Indonesia, perayaan Hari Puisi Nasional diselenggarakan dengan beragam cara oleh masing-masing daerah. Inisiator Hari Puisi Nasional, Fikar W Eda, mengungkapkan harapannya agar Menteri Ekonomi Kreatif dapat hadir dalam perayaan Hari Puisi Nasional. Mereka juga mengajukan konsep inovatif Sengkewe Kebun Kopi Kreatif sebagai upaya untuk menghubungkan kebun kopi dengan seni, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian terpadu.
Dalam pertemuan dengan Menekraf Teuku Riefky, disertai oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu dan Direktur Penerbitan dan Fotografi Iman Santosa, para perwakilan pegiat sastra menyampaikan harapan mereka untuk mendapat bimbingan dan arahan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mengembangkan konsep tersebut. Diharapkan kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif dan dukungan dari pemerintah dapat memberikan pencerahan bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.








