Persaingan dalam dunia perbankan selalu ada, namun kondisinya tidak lagi mengkhawatirkan seperti sebelumnya. Menurut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, likuiditas perbankan mengalami perbaikan pada kuartal I-2025. Pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara daring, Purbaya menjelaskan bahwa sejumlah bank menunjukkan kenaikan suku bunga deposito di atas tingkat bunga penjaminan LPS pada bulan Desember tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan persaingan yang ketat dalam mendapatkan dana pihak ketiga (DPK).
Namun, Purbaya menyatakan bahwa situasinya berangsur membaik saat memasuki tahun 2025. Mulai dari Januari hingga Maret, tingkat bunga deposito mengalami penurunan dan likuiditas perbankan juga membaik. Dalam data LPS, rata-rata suku bunga yang dihimpun bank berada di atas 4,25 persen, namun pada awal tahun 2025 suku bunga tersebut sudah turun di bawah tingkat bunga penjaminan.
Suku bunga deposito rupiah untuk tenor 1 bulan dan 3 bulan mengalami penurunan sepanjang tahun 2025. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Permodalan perbankan pada Maret 2025 mencapai 25,43 persen, sementara likuiditas perbankan tetap memadai.
Dengan kondisi likuiditas perbankan yang membaik dan stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga, situasi perbankan di Indonesia terlihat lebih baik pada awal tahun 2025. Bukti solidnya ekonomi Indonesia menunjukkan bahwa sektor keuangan siap menghadapi tantangan global yang semakin beragam.


