Pelatih kepala Pelatnas PBSI, Mulyo Handoyo, menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Indra Widjaya sebagai pelatih utama sektor tunggal putra. Menurut Mulyo, rekam jejak dan pengalaman panjang Indra di dunia bulu tangkis membuatnya layak untuk memimpin Jonatan Christie dan rekan-rekannya. Indra sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala tunggal putra pratama dan memiliki pengalaman melatih di luar negeri seperti Malaysia dan Korea Selatan. Sebagai pemain tunggal putra andalan Indonesia pada era 1990-an, Indra dianggap telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup untuk mengemban tugas sebagai pelatih utama.
PBSI menyebut alasan kesehatan menjadi pertimbangan dalam rotasi pelatih, di mana Mulyo diminta untuk fokus lebih pada program latihan secara menyeluruh dan tidak terlalu sering bepergian ke turnamen internasional. Dengan kehadiran Indra sebagai pelatih utama, Mulyo berharap sektor tunggal putra bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya, terutama setelah kegagalan dalam mempertahankan gelar di Super 1000 All England 2025. PBSI juga menunjuk Wiempie Mahardi sebagai pelatih kepala tunggal putra pratama menggantikan Indra, dan Herli Djaenudin sebagai kepala pelatih tunggal putri pratama. Semua pertanda ini menunjukkan upaya PBSI untuk memperbaiki kinerja atlet bulu tangkis Indonesia di masa depan.


